Selasa, 13 Juni 2017

RAHASIA AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH










 


Air kelapa yang biasanya dibuang ternyata memiliki manfaat yang sangat besar. Selain diugnakan sebagai bahan pembuatan minuman kesegaran, antioksidan dan pembuatan nata de coco, air kelapa juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk tanaman.

Air kelapa kaya akan Mineral yaitu :

1.    potasium (kalium) hingga 17 %.
2.    gula antara 1,7 sampai 2,6 %
3.    protein 0,07 hingga 0,55 %.
4.    natrium (Na),
5.    kalsium (Ca),
6.    magnesium (Mg),
7.    ferum (Fe),
8.    cuprum (Cu),
9.    fosfor (P) dan sulfur (S).

Disamping kaya mineral, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin antara lain:

1.    asam sitrat,
2.    asam nikotinat,
3.    asam pantotenal,
4.    asam folat,
5.    niacin,
6.    riboflavin, dan thiamin.

Terdapat pula 2 hormon alami yaitu :

  •  auksin dan
  •  sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa.

Dilihat dari komposisi yang terkandung didalamnya, terutama adanya zat tumbuh, maka penambahan air kelapa dalam media tanam dapat membantu mendorong pertumbuhan. Air kelapa adalah salah satu bahah alami, didalamnya terkandung hormon seperti sitokinin 5,8 mg/l, auksin 0,07 mg/l dan giberelin sedikit sekali serta senyawa lain yang dapat menstimulasi perkecambahan dan pertumbuhan.

Penggunaan air kelapa sampai 250 ml/l dapat mempercepat perkecambahan biji. Munculnya plb lebih cepat pada perlakuan kombinasi giberelin air kelapa yaitu pada kombinasi giberelin 2 ppm + air kelapa 250 ml/l dan giberelin 3 ppm + air kelapa 150 ml/l dengan rentang waktu 14-15 hari.

Pada perlakuan tunggal air kelapa munculnya daun lebih cepat pada konsentrasi 250 ml/l dengan rentang waktu 31-48 hari. Hal ini diduga pada konsentrasi tersebut rasio sitokinin lebih tinggi daripada auksin dan juga disebabkan karena plb yang muncul lebih cepat sehingga munculnya daun juga akan cepat.
 
Saat munculnya daun lebih cepat pada kombinasi giberelin 2 ppm + air kelapa 250 ml/l dengan rentang waktu 31-33 hari, diduga karena hormon sebagai bahan dasar untuk pembentukan daun lebih tinggi sehingga akan mempercepat munculnya daun. 

Saat munculnya akar lebih cepat pada perlakuan tunggal giberelin konsentrasi 2 ppm dengan rentang waktu 49-58 hari setelah pengkulturan. Munculnya akar lebih cepat pada perlakuan ini ada hubungannya dengan saat munculnya daun yang cepat. Setelah daun terbentuk maka bagian radikula akan berdiferensiasi membentuk akar dengan bantuan hormon auksin yang disintesis oleh daun. Saat munculnya akar lebih cepat pada perlakuan tunggal air kelapa konsentrasi 250 ml/l dengan rentang waktu 49-58 hari. 

Hal ini disebabkan karena dalam air kelapa disamping mengandung auksin dan giberelin juga mengandung zeatin yang merupakan kelompok sitokinin. Sitokinin mempunyai kemampuan dalam merangsang pembelahan sel dan diferensiasi terutama dalam hal pembentukan pucuk daun auksin merangsang pembentukan akar. 

Pada kombinasi perlakuan giberelin dan air kelapa, munculnya akar lebih cepat pada kombinasi giberelin 2 ppm + air kelapa 250 ml/l dengan rentang waktu 49-53 hari. Cepatnya akar yang terbentuk karena pada perlakuan ini plb dan daun yang terbentuk lebih cepat dari perlakuan lain sehingga mendorong untuk terbentuknya akar lebih cepat.

Semprotkan air kelapa pada daun dan siramkan pada akar tanaman 1-2 kali seminggu. Cara ini akan memacu pertumbuhan akar, daun dan bunga. Dengan kandungan unsur kalium yang cukup tinggi, air kelapa dapat merangsang pembungaan pada anggrek seperti dendrobium dan phalaenopsis. Cara ini juga efektif diterapkan berbagai jenis taman lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hormon dari air kelapa ini mampu meningkatkan hasil kedelai hingga 64%, kacang tanah hingga 15% dan sayuran hingga 20-30%. Karena terbuat dari bahan alami, cara ini sangat aman.



Manfaat Limbah Air Cucian Beras Untuk Tanaman






Karena Air cucian beras di ketahui mempunyai Mikroba /bakteri Pseudomonas fluorescens Ia banyak di gunakan sebagai bahan baku POC ( Pupuk Organik Cair ) . Bakteri Pseudomonas fluorescens sejenis mikroba atau mikroorganisme yang  beradaptasi serta mengkloning dengan baik pada system perakaran ( akar tanaman ) serta mempunyai keunggulan untuk mensintesis metabolit untuk proses menghambat perkembangbiakan patogen .
Kebanyakan dari para petani yang mengadopsi pola Organik selalu menggunakan Air Cucian beras dalam proses pembuatan pupuk organik cair. Dengan penambahan air cucian beras ke dalam pupuk hayati merupakan cara untuk meningkatkan kekebalan dan kesuburan tanaman terhadap serangan penyakit.

Berikut ini beberapa jenis mikroorganisme bermanfaat yang dihasilkan dari air cucian beras:

1. Bakteri Pseudomonas fluorescens

Bakteri Pseudomonas fluorescens adalah mikroorganisme yang beradaptasi serta mengkloning dengan baik pada sistem perakaran serta mempunyai keunggulan untuk mensintesis metabolit untuk proses menghambat perkembangbiakan patogen.

2. Bakteri Pektolitik pektin

Bakteri Pektolitik pektin adalah sejenis mikroba yang mensintesis karbohidrat dan asam amino untuk menghasilkan hormon tumbuh atau Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).

3. Bakteri Xanthomonas maltophilia

Bakteri Xanthomonas maltophilia ini menginfeksi sel hama embun tepung karna perkembangbiakan pesat di atas suhu 33 derajat celcius dan ketersediaan lisis dalam jumlah besar.

Bahan Pupuk Cair Organik Perangsang Akar

Semua bahan-bahan untuk pembuatan pupuk cair perangsang akar, adalah murni memanfaatkan limbah organik yang terbuang di sekitar kita. Adapun bahan yang perlu di siapkan adalah sebgai berikut :
1.     Air cucian beras yang pertama ( air leri )   2 liter
2.     Air kelapa tua ( muda juga boleh ) 2 liter
3.     Bonggol pisang / Rebung bambu  5 kg
4.     Molase ( tetes tebu ) jika kesulitan menggunakan gula juga boleh 20% dari total bahan

Kandungan Hara Air Leri atau Air Cucian Beras
  • Nitrogen (N): 70,55 ppm
  • Phosphor (P): 60,65 ppm
  • Kalium (K): 91,11 ppm
  • Besi (fe): 09,95 ppm
  • Boron (B): 06,44 ppm
  • Vitamin B: 205,44 ppm
  • Vitamin K: 11,12 ppm
  • Protein: 185,09 ppm